Supersemar
forum supersemar news supersemar Gallery Supersemar
Logo Supersemar
HOME ABOUT US PROGRAM CONTACT US
 
Search :
Website Dharmais
Website Dharmais Website Dharmais Website Dharmais
 
  Kategori Berita
Website Dharmais
Info Kegiatan Yayasan
Info dari Media
Tulisan & Artikel
Catatan Sebuah Kisah
 
Website Dharmais
  RSS : RSS 10 RSS 20
Website Dharmais
Website Dharmais
  Kontak Informasi
  YAYASAN SUPERSEMAR
Gedung Granadi Lantai IV
Jl. HR Rasuna Said Kav.8-9. Kuningan, Jakarta Selatan 12950
Telp : 021-2522745 - Fax : 021-2521808
Website Dharmais
  Jumlah Pengunjung
  Jumlah pengunjung ke situs Yayasan Supersemar sejak Maret 2009 berjumlah
12052  Pengunjung
Website Dharmais
  Visitor Online
  User online pada saat ini tanggal
Monday, September 06, 2010
Berjumlah  Orang 3  User
 
   
Website Dharmais
SUPERSEMAR DAN PEMBANGUNAN SDM
Website Dharmais
 
Pada awal masa Orde Baru tuntutan dan tekad bangsa Indonesia untuk bangkit membangun kesejahteraan yang adil dan merata terkendala kondisi sumber daya manusia yang kualitasnya rendah. Pada akhir tahun 1960-an atau awal tahun 1970-an tingkat kesehatan keluarga pada umumnya sangat rendah, angka kelahiran dan angka kematian sangat tinggi dan usia harapan hidup masih dibawah 50 tahun. Tingkat pendidikan rata-rata penduduk Indonesia sangat rendah. Dengan kualitas sumber daya manusia seperti itu masa depan bangsa bisa sangat memprehatinkan. Angka buta aksara dan jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah sangat tinggi. Keprehatinan itu ditangani oleh Pak Harto yang diberikan tanggung jawab memulihkan kondisi bangsa melalui berbagai upaya sederhana dan sistematis dengan mengajak sebanyak mungkin rakyat berpartisipasi.

Untuk itu, sejalan prioritas pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui upaya swasembada beras, pemerintah memberikan prioritas yang sangat tinggi pada upaya pembangunan sumber daya manusia. Agar setiap keluarga mampu ikut bertanggung jawab terhadap pemberdayaan anggotanya, program keluarga berencana mendapat prioritas tinggi.

Sejalan dengan kedua program utama tersebut pemerintah segera mengambil langkah sistematis membenahi bidang pendidikan. Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Sekolah dasar, menengah dan upaya pemberantasan buta aksara dilancarkan dengan gegap gempita. Karena prioritasnya sangat tinggi maka pembangunan infrastruktur sekolah-sekolah dilakukan melalui sistem Instruksi Presiden atau Inpres yang memungkinkan pemangkasan prosedur administrasi yang berbelit. Dengan selesainya pembangunan gedung, perlengkapan sekolah dan siapnya guru ternyata ada kendala lain yang sangat mengganggu. Anak-anak keluarga yang mampu segera bisa memanfaatkan fasilitas baru itu dengan mengirim anak-anaknya sekolah. Namun keluarga kurang mampu tidak bisa memanfaatkan fasilitas sekolah yang bertebaran itu secara optimal. Kendala itu menjadi keprehatinan pak Harto.

Sebagai Presiden pak Harto menyadari bahwa anggaran pemerintah terbatas. Oleh karena itu berdasarkan pengalaman sebelumnya, utamanya semasa pak Harto menjabat sebagai Panglima Kodam Diponegoro, digagas pembentukan suatu Yayasan untuk membantu memberikan beasiswa bagi anak-anak keluarga kurang mampu. Akhirnya pada tahun 1974 dibentuklah Yayasan Supersemar dengan tujuan menolong memberikan beasiswa kepada anak yang otaknya encer tetapi tidak bisa secara optimal mengikuti atau meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena orang tuanya kurang mampu.

Dalam menyelenggarakan usahanya, sejak awal Yayasan Supersemar menggalang kerjasama dengan pemerintah mencari dan menentukan anak-anak keluarga kurang mampu berbakat yang berhak memperoleh beasiswa. Anak siswa yang terpilih itu belajar keras mempersiapkan diri untuk membangun bangsa dan negaranya, sekaligus memotong rantai kemiskinan yang mengurung keluarganya berabad-abad.

Ditengah gencar dan hiruk pikuknya tuduhan korupsi melalui Yayasan-yayasan yang didirikan dan dipimpinnya, pada tanggal 6 September 1998, lima bulan setelah lengser, Pak Harto memberi penjelasan terbuka tentang Yayasan yang didirikan dan dipimpinnya melalui TPI. Dilaporkan kepada publik bahwa Yayasan Supersemar didirikan sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat akan sumberdaya manusia bermutu untuk membangun bangsa. Bantuan diberikan kepada anak-anak keluarga kurang mampu yang cerdas dan sedang sekolah di SD, SMP, SMA, sekolah kejuruan dan mahasiswa-mahasiswa di perguruan tinggi.

Sampai dengan tahun 1998 pada waktu pak Harto lengser, alumni penerima beasiswa Supersemar antara lain terdiri dari 54.233 mahasiswa S1, 43.666 mahasiswa S2, dan 737 mahasiswa S3, 536.620 siswa sekolah kejuruan, 8611 atlit dan pelatih olah raga yang sedang menuntut pelajaran pada berbagai sekolah, dan sekitar 433.000 anak-anak peserta KB lestari yang sekolah pada sekolah kejuruan. Sampai saat itu telah dikeluarkan dana untuk beasiswa sebanyak tidak kurang dari Rp. 422 milyar.

Dari catatan yang ada pada Yayasan Supersemar, sejak tahun 1998 itu, biarpun setiap hari selalu dihujat dan akhirnya diangkat ke perkara Perdata, Yayasan Supersemar tetap dan selalu menjalin kerjasama dengan Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas-dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota serta Rektor Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Beasiswa tetap diberikan kepada siswa dan mahasiswa menonjol yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1974 secara kumulatif telah diberikan beasiswa kepada 2.079.881 mahasiswa dan siswa dari seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari 413.530 S1, 5.972 S2, 1.160 S3, 835.659 siswa sekolah kejuruan, 13.560 atlit dan pelatih olah raga, serta 450.000 siswa sekolah kejuruan anak-anak peserta KB lestari. Jumlah kumulatif dana untuk keperluan itu mencapai Rp. 458,7 milyar.

Sejak didirikan tahun 1974, kebijaksanaan Yayasan Supersemar memberikan beasiswa kepada berbagai kalangan itu, termasuk kepada penyandang cacat, adalah sebagai untuk memperbaiki mutu sumber daya manusia. Pelaksanaannya diatur bersama lembaga resmi seperti Dinas Pendidikan di daerah, Legiun Veteran, Dharma Wanita, atau institusi lain yang menentukan siapa yang berhak memperoleh beasiswa. Disamping itu Yayasan Supersemar pernah menyelenggarakan pelatihan Dai muda yang ditugaskan mendampingi pendidikan dan pengajaran agama di daerah transmigrasi. Tidak kurang dari 1000 alumni penerima beasiswa Supersemar pernah ditugaskan sebagai pendamping upaya pengentasan kemiskinan melalui program Inpres Desa Tertinggal. Pada waktu ini banyak lulusan alumni Supersemar yang menduduki jabatan penting sebagai Rektor, Dosen, Dirjen, Direktur, Bupati/Walikota, Direktur Bank, atau pejabat publik lainnya.

Dari uraian diatas, Yayasan Sepersemar yang akhir-akhir ini disoroti secara negatip dan menyolok dalam pers nasional, sesungguhnya merupakan dan telah berfungsi secara positif sebagai lembaga nirlaba yang memberikan kontribusi yang luar biasa pada anak-anak keluarga kurang mampu yang sebagian telah menjadi pemimpin bangsanya. Alhamdullilah. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Pengamat Sosial).
 
 
   Berita Terbaru Lainnya
Website Dharmais
Thursday, May 07, 2009
Pemenang Supersemar Award 2009
 
Monday, March 23, 2009
Yayasan Supersemar 33 Tahun Salurkan Beasiswa
 
Monday, March 23, 2009
Beasiswa Supersemar Menambah Semangat Belajar Siswa
 
Monday, March 23, 2009
BEASISWA Yayasan Supersemar Diminta Dipertahankan
 
Monday, March 23, 2009
Yayasan Supersemar Sebagai Lumbung Beasiswa
 
Monday, March 23, 2009
Drs Nurdin, Alumni FISIP Unhas; Beli Sajadah, Mensyukuri Berkah
 
Monday, March 23, 2009
Beasiswa Selama 32 Tahun Tanpa Henti
 
Monday, March 23, 2009
KMA PBS Tetap Dukung Gerakan dan Misi Yayasan Supersemar
 
Monday, March 23, 2009
Berkat Supersemar, Suaib Raih Gelar Insinyur
 
Monday, March 23, 2009
MENGABDI PADA CALON PEMIMPIN
 
Monday, March 23, 2009
SUKSES BERKAT KETEGUHAN IMAN, RAJIN DAN ULET
 
Monday, March 23, 2009
Beasiswa Supersemar Terus Mengucur
 
 
     
Copyright © 2009. YAYASAN SUPERSEMAR.
All Rights Reserved. Powered By : CitraTemplate